Teladan Rasulullah sebagai Pedagang

Sejak masa pra-Islam, bangsa Arab masyhur sebagai saudagar yang ulung. Para pedagang dari jazirah ini telah berlayar di Samudra Hindia hingga pesisir India, Seilan, Kepulauan Nusantara, dan Cina selatan.

Mereka membawa pulang berbagai komoditas dari negeri-negeri tersebut, untuk kemudian menjualnya di bandar-bandar Asia barat dan Mediterania.

Ada beberapa faktor yang menjadikan orang-orang Arab mengutamakan profesi dagang. Di antaranya adalah kondisi geografis Semenanjung Arab yang tidak begitu subur. Sebagian besar tanah di Hijaz, misalnya, bersifat kering, berbatu-batu, dan langka air.

Nyaris tidak ada hasil pertanian yang dapat diandalkan di wilayah itu. Karena itu, mata pencaharian umumnya penduduk setempat adalah berniaga.

Sejak belum diangkat menjadi utusan Allah, nabi Muhammad SAW pun bekerja sebagai pedagang. “Guru” pertamanya dalam hal ini ialah sang paman, Abu Thalib. Saat masih belia, Rasulullah SAW sudah diajaknya ke Syam untuk mengikuti ekspedisi niaga.

Ayahanda Nabi SAW, Abdullah, telah wafat ketika Nabi masih dalam kandungan. Sang ibu, Aminah, menyusul wafat enam tahun kemudian sehingga Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah kematian sang kakek, selang dua tahun kemudian Muhammad pun tinggal bersama Abu Thalib, yang berprofesi sebagai saudagar sebagaimana kebanyakan pemimpin Quraisy lainnya.

Afzalur Rahman dalam Ensiklopedi Muhammad Sebagai Pedagang memaparkan, Nabi Muhammad tumbuh dewasa di bawah asuhan Abu Thalib, dan terus belajar mengenai bisnis perdagangan dari pamannya ini.

Setelah kematian sang kakek, selang dua tahun kemudian nabi Muhammad pun tinggal bersama Abu Thalib, yang berprofesi sebagai saudagar sebagaimana kebanyakan pemimpin Quraisy lainnya.

Seperti kebanyakan pemuda yang jujur dan punya harga diri, Nabi tidak suka berlama-lama menjadi tanggungan pamannya yang miskin. Maka, beliau bekerja sebagai penggembala untuk penduduk Makkah dengan imbalan yang kecil pada masa kanak-kanaknya.

Ketika beranjak dewasa dan menyadari bahwa pamannya bukanlah orang berada serta memiliki keluarga besar yang harus diberi nafkah, Muhammad pun mulai berdagang di Kota Makkah.

Dalam menggeluti profesinya sebagai pedagang, Nabi tak sekadar mencari nafkah yang halal guna memenuhi biaya hidup, tetapi juga untuk membangun reputasinya, dan reputasinya yang terkenal sebagai pedagang yang terpercaya dan jujur, beliau memperoleh banyak kesempatan berdagang dengan modal orang lain, termasuk di antaranya modal dari seorang pengusaha kaya raya, Khadijah, yang kelak menjadi istrinya.

“Aku tidaklah diberi wahyu untuk menumpuk kekayaan atau untuk menjadi salah seorang dari pedagang,” sabda Nabi SAW.

Rasulullah telah menjadi pedagang ideal yang sukses dan memberi petunjuk bagaimana menjadi pedagang ideal dan sukses. Beliau selalu memegang prinsip kejujuran dan keadilan dalam berhubungan dengan para pelanggan.

Nabi Muhammad SAW pun selalu mengikuti prinsip-prinsip perdagangan yang adil dalam setiap transaksi. Beliau juga selalu menasihati para sahabatnya untuk melakukan hal serupa.

Ketika berkuasa dan menjadi kepala negara Madinah, beliau telah mengikis habis transaksi-transaksi dagang dari segala macam praktik yang mengandung unsur-unsur penipuan, riba, judi, ketidakpastian, keraguan, eksploitasi, pengambilan untung yang berlebihan, dan pasar gelap.

Nabi Muhammad juga melakukan standardisasi timbangan dan ukuran, serta melarang orang-orang mempergunakan standar timbangan dan ukuran lain yang kurang dapat dijadikan pegangan.

Sebagai contoh, ketika memulai usaha dagang dengan menjadi agen Khadijah, Nabi mendapat laba yang melebihi dugaan. Tidak sepeser pun yang digelapkan dan tak sesen pun yang dihilangkannya.

Rasulullah bersabda, Berdaganglah kamu, sebab lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan dari berdagang.” Alquran juga memberikan motivasi bagi umat Islam untuk berdagang seperti yang diterangkan dalam surah al-Baqarah (2) ayat 198: Bukan suatu dosa bagimu mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu”.

Berdagang adalah salah satu geliat ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan orang banyak. Perputaran uang pun dapat lebih dikendalikan dan sekaligus memetik keuntungan yang terukur.

Berwirausaha seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW juga menghindarkan kaum remaja agar tidak menjadi beban bagi orang tuanya atau lingkungan. Sebab, dengan berdagang mereka dapat memenuhi kebutuhan sendiri. Bahkan, mampu pula menciptakan peluang kerja bagi orang lain.

Dalam masa modern kini, negara-negara maju rata-rata memiliki jumlah pengusaha di atas 20% dari total penduduk. Bila di bawah jumlah tersebut, suatu negara belum dapat dikatakan sebagai berekonomi mapan atau tinggi.

Dengan gigih menjadi wirausaha, seseorang turut menjadi warga yang berkontribusi memajukan negara, dan bangsa tercinta.

republika.id

Image by stockking on Freepik

You also like

YUK SIMAK!! TRIK ATASI LELAH URUS ANAK

Berikut ini untuk menghindari konsekuensi negatifnya, yaitu: ·      Sempatkan beristirahat dengan cukup Ketika ayah atau ibu lelah mengurus…

TRIK MERAWAT BAHAN KATUN AGAR AWET

Katun merupakan bahan pakaian yang banyak digunakan sekarang ini. Mulai dari rok, dress, blouse, bahkan untuk bahan kain…

Tips atasi insecure

Jika kamu memiliki rasa insecure yang berlebihan, yuk, terapkan cara berikut ini agar terhindar dari dampak buruk akibat…

Tips Ajari Si Kecil Bangga pada Dirinya Sendiri

1. Jadikan Anda Panutan Alexis Conason, Psy.D., psikolog klinis dari New York, AS, mengatakan bahwa jika orang tua…

Pentingnya Family Time dan Manfaat nya

Family time adalah momen ketika kamu dan anggota keluargamu melakukan kegiatan bersama. Banyak kegiatan di rumah yang bisa…

Tetap Produktif Selama Ramadhan

Ramadhan sudah menuju pada pertengahan bulan. Bulan suci yang banyak diwarnai oleh peristiwa produktif bersejarah bagi umat Islam.…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Hade Shopping

Selamat datang di Hade Shopping. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu